Kelinci yang Tersesat



Aku baru saja pulang kerja dari kantor dan melihat ada seorang gadis kecil di taman yang terlihat seperti tersesat lalu aku berniat untuk membawanya ke apartemenku.

Ketika membawa gadis kecil ini, ia sama sekali tidak berkata apapun, ia hanya terdiam saja dan mengikuti arahan tuntunan tanganku. Sesampainya di apartemen ia tiba-tiba berkata "Terimah kasih telah menolongku kak.. aku takut kak.", lalu aku kebingungan kenapa ia berkata seperti itu, apakah aku sudah melakukan hal yang salah?, saat itu aku merasa kasihan karena melihat gadis kecil ini memiliki tubuh kurus kering seperti tidak terawat oleh keluarganya, jadi mau tidak mau aku harus mengembalikan anak ini ke orangtuanya. pada saat ini juga.

Ketika aku kembali ke taman dengan gadis kecil ini, tiba-tiba saja terlihat seorang wanita kebingungan seperti mencari seseorang. Tiba-tiba saja ia melihatku dan berkata:

"Evelin!... dari mana saja kamu. oh tuan untung saja ada anda kalau tidak aku akan kehilangan hal yang berhaga hari ini"

Aku menjawab dengan lega "Oh.. aku melihat gadis ini tersesat tadi, jadi aku membantunya dan akhirnya kami bisa menemukan anda"

Tiba-tiba saja gadis kecil ini mengumpat di belakangku ia terlihat seperti ketakutan dan tak mau kembali ke ibunya.

Ibu itu berbicara dengan nada lembut "Evelin sayang ayo kita pulang ke rumah" sambil menarik paksa gadis itu dari belakangku dengan sedikit kasar. Aku melihat gadis itu menangis. tapi dalam pikirku gadis itu hanya takut dimarahi ibunya yang galak itu.

Lalu aku kembali ke apartemenku, aku masih saja berpikir tentang hal yang tadi.


Esok harinya ketika ingin berangkat bekerja, aku melihat orang tua dari anak gadis kemarin ibu itu sedang mengendong seorang gadis kecil yang berbeda dari yang kemarin, mungkin itu adiknya, ia melihatku dengan sedikit lirikan tajam, aku menyapanya dengan senyuman tetapi ia tidak membalas sapaanku itu. Aku merasa tidak enak, apakah gadis kecil yang kemarin mengadu hal yang tidak-tidak kepada orangtuanya?. aku langsung berjalan dengan cepat menuju kantor tanpa pikir hal kemarin, mungkin pengalaman buruk ini akan selalu ada di kepalaku sampai hari tuaku nanti.

Seasmpainya di kantor aku harus menyiapkan meeting bersama klien baru dari persusahaan terbesar pemerintah yang akan membuat projek besar-besaran. aku harus mengambil data-dataku di ruanganku tepatnya di laci meja. kebetulan di sana ada rekan kerjaku yang sedang menonton siaran tv pagi. sambil menyusun presentasi meeting aku juga melirik-lirik tv.

Aku mendengar berita yang bahwa ada predator anak yang menculik anak berumur 6 tahun sampai 12 tahun untuk di ambil semua organ tubuhnya dan di jual di pasar gelap.

Anak kecil yang malang dalam pikiranku.

Meeting bersama Klien berjalan lancar bahkan perusahaanku di biayai dana mereka, untung saja aku bisa menarik hati mereka. aku pulang pada sore hari dan melewati taman itu, aku harap aku tidak melihat wanita tua itu lagi. dan aku beruntung aku tidak melihat dia.

Sampainya di rumah aku iseng-iseng menjelajah internet di komputerku aku mengecek sebuah email dan ingin menghapus semuanya tetapi ada hal yang membuatku penasaran dengan pesan-pesan ini kenapa semua pesannya terlihat sama tulisannya, yang bertulis.
'Terimah kasih sudah membantuku besok aku akan mengirimkan sebuah paket, mohon anda jangan beritahu siapapun jika bertemu denganku'

Pesan aneh dari mana ini, bertemu? sejak kapan aku bertemu seseorang kemarin.

Ia akan mengirimku sebuah paket, oh ya! pada saat meeting, klienku meminta emailku untuk konfirmasi kontrak kerja sama, mungkin ini tanda persetujuan kontraknya.

Esok harinya paket itu sudah ada di depan pintu, besar dan berbingkis rapi.Aku sudah tidak sabar, jadi aku membukanya, aku kaget ketika melihat isi paket ternyata adalah uang US Dollar yang bertumpuk berantakan, Apakah dana klien diberikan oleh kariyawan sepertiku? terutama lagi uang ini sangat banyak, mungkin aku bisa membeli rumah mewah yang besar jika ini benar-benar uangku.

Setelah itu aku menelpon pihak kantor dan mengatakan dana ini ke management keuangan, tapi mereka mengatakan bahwa uang dari klien sudah di terkirim pada meeting kemarin. lalu uang siapakah ini? aku merapikan uang ini untuk mengembalikannya ke tukang pos, mungkin orang yang mengatar ini salah menulis alamat, lalu aku melihat sebuah amplop surat berwarna merah yang tertulis namaku.

Surat itu tertulis.

"Untuk tuan James.

Aku wanita yang kau temui di taman, aku memberimu uang 10000$, jadi kumohon kepada anda untuk tidak membicarakan hal kemarin kepada orang-orang, Lupakan kejadian kemarin dan Lupakan ucapan dari gadis kecil yang anda ajak ke apartemen anda.


Jadi aku adalah pelaku dari pembunuhan tak langsung.









Share:
spacer

No comments:

Post a Comment